Bunga di Hari Istimewa

Oleh: Fortin Sri Haryani

Pepatah mengatakan, katakanlah dengan bunga, karena bunga mewakili seribu perasaan yang tak mampu diungkap dengan kata-kata. Bunga melambangkan rasa cinta, kasih sayang, kepedulian, perhatian dan perasaan bahagia lainnya.

Mendung di pagi hari ketika sang  mentari  mengintip dari balik awan,  enggan memancarkan sinarnya. Tiba-tiba seikat  bunga dan senyum manis  dari wajah murid-murid hadir memeriahkan suasana di kantor guru. Ucapan selamat dan untaian doa yang tulus mengalir  di  hari spesial kami. Wajah ceria mereka menularkan kebahagiaan bagi kami.

Daniel Goleman dalam bukunya Social Intelligence menyatakan bahwa di dalam otak terdapat banyak saraf cemin (mirror neuron) yang dapat memantulkan aktivitas sel otak orang lain. Tanpa disadari, manusia akan saling menyalin ekspresi wajah, pola nafas, dan gerakan tubuh orang lain. Pancaran keceriaan dan kebahagiaan dari seseorang akan menjalar ke orang di sekelilingnya sehingga mereka akan merasakan hal yang sama. Selaras dengan fakta ilmiah, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,    senyum dihadapan saudaramu adalah sedekah. Senyuman mampu  mengirimkan sinyal kebahagiaan bagi orang yang menerimanya.

Hadirnya puluhan kuntum bunga di kantor tentunya ada proses  di baliknya, mulai dari merencanakan, berkoordinasi dengan teman-temannya, proses memilih bunga sampai menentukan timing pemberian yang tepat kepada guru-guru. Softskill telah  tumbuh dan berkembang di dalam diri mereka.

Di saat individualisme dan keegoisan diri mewabah di kalangan remaja, dan sikap sosial yang semakin terkikis. Betapa kejutan pagi ini memberikan penjelasan tentang rasa peduli dan empati yang mereka miliki sekaligus menjadi antitesis pernyataan di atas. Betapa memiliki rasa (baca : peduli dan empati) adalah asset yang berharga.  Miliarder dunia, Jack Ma mengatakan, di masa depan, orang-orang bijak akan sangat dibutuhkan  dalam semua bidang pekerjaan,eksistensi  mereka tidak akan bisa tergantikan oleh mesin secanggih apapun.  Softskill memegang peranan penting dalam kesuksesan seseorang di masa depan.

Terima kasih murid-muridku ..atas perhatian dan kasih sayang yang kau berikan dan juga berterimakasihlah kepada kedua orang tuamu yang telah berhasil menanamkan benih kebajikan  dan mendidik kalian dengan sepenuh hati…hingga kemuliaan hati kalian terpancarkan untuk kami.***

 

Sumber Bacaan :

Widayanti, IS. 2017. Mendidik Karakter dengan Karakter. Jakarta : Arga Tilanta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *