The Power of Positive Word

Menarik dengan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Masaru Emoto dari Jepang. Tentang keajaiban sifat  air yang  mampu merespon perlakuan dan perkataan yang ada di sekitarnya. Air akan memiliki partikel  kristal yang sangat indah bila diberi kata-kata positif  dan doa, namun  air akan memiliki bentuk partikel yang buruk bila diberikan kata-kata negatif. Begitu juga bila disekitar air terdapat perasaan senang dan bahagia, partikel kristal yang indah terbentuk sebagai responnya. Dan sebaliknya bila di sekitarnya muncul perasaan sedih dan kecewa.

Tubuh kita kurang lebih mengandung 75 % air, terlepas dari penelitian yang dilakukan oleh sang professor, betapa kita akan merasa bahagia bila orang-orang di sekitar kita memberikan kasih sayang dan harapan,  namun kita akan merasa sedih dan kecewa bila orang di sekitar kita memberikan cacian dan perkataan buruk lainnya.

Betapa kata-kata motivasi yang kita sampaikan di sela-sela pembelajaran di kelas akan direspon oleh oleh indera dan di simpan dalam memori siswa kita.  Kasih sayang dan perhatian yang kita berikan akan terekam dalam long term memory mereka . Seperti yang disampaikan oleh Bobby de Porter dalam bukunya Quantum Teaching, bahwa tatapan mata kita akan dengan cepat di tangkap dan dimaknai oleh peserta didik lebih cepat sebelum kata-kata yang kita sampaikan. Bahasa tubuh kita dengan cepat direspon oleh mereka.

Mengkondisikan kelas yang nyaman, memastikan mereka siap untuk belajar baik secara fisik dan mental, sensitif dengan apa yang mereka harapkan dari kita  adalah hal yang seyogyanya kita dahulukan dan nomor satukan sebelum penyampaian materi pelajaran. ***

DePorter B. 2010. Quantum Teaching (Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas). Bandung : Kaifa.

Emoto, M.2007. The Miracle of Water. Jakarta : Gramedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *